Boron carbide – bahan ketiga yang paling keras di Bumi – telah dibuat
kedalam bentuk kain katun kaos, secara dramatis meningkatkan
kekerasannya. Proses ini merupakan cara baru untuk membuat nanokomposit
yang keduanya sangat keras dan fleksibel, dan merupakan suatu langkah
menuju penciptaan bahan baru yang efektif bagi perisai tubuh.
Angkatan militer modern menggunakan pelat boron carbide (B4C)
sebagai keramik yang dimasukkan dalam baju anti peluru namun hal
tersebut dapat membatasi pergerakannya, sehingga desain nanokomposit –
dimana B4C digunakan untuk memperkuat bahan yang lainnya – dapat menyediakan keseimbangan sempurna antara kekuatan dan kefleksibilitasan.
Saat
ini, suatu terobosan telah dibuat dengan suatu kolaborasi para peneliti
dari Cina, Switzerland dan Amerika Serikat, yang menemukan bahwa serat
katun yang tahan lama dan berpori alamiah sangat ideal untuk pekerjaan
ini.
‘Kita mampu untuk membuat kuantitas yang besar dari kawat nano B4C
berkekuatan tinggi dengan menggunakan kaos katun yang keduanya sebagai
pola dan sumber karbon,’ kata Xiaodong Li, yang memimpin kelompok dari
University of South Carolina, Amerika Serikat. Dengan menggunakan katun
sebagai suatu pola, tim ini mengatasi persoalan sebelumnya mengenai
kawat nano yang menggumpal bersama-sama.
Pada penelitian ini,
beberapa persegi dipotong dari kaos katun 100 persen dan celupkan pada
larutan bubuk boron dan nikel berbasis katalis, sebelum dipanaskan
sekitar 1100ºC selama empat jam dibawah aliran argon (untuk menghentikan
terbakaranya bahan tersebut). ‘Serat katun memiliki banyak sekali
pori-pori yang sangat kecil yang dapat digunakan untuk menjebak bubuk
tersebut,’ jelas Li. ‘Selama proses ini serat-serat katun mengubah serat
karbon – yang bereaksi dengan bubuk boron, yang menghasilkan B4C.’
Setelah
reaksi, kaos ini berubah dari putih menjadi hitam, tetapi tetap ringan
dan dapat dibentuk. Namun disamping perubahan dramatis pada property
mereka, tipe dari ‘katun berperisai’ ini belumlah siap untuk
menggantikan bahan anti peluru konvensional, seperti Kevlar.
‘Meskipun
hal ini tidaklah seperti itu, namun benang-benang tersebut akan
menggantikan yang lainnya dimana dapat dibandingkan kekuatannya dengan
Kevlar, hal ini merupakan perkembangan yang menarik pada teknologi
tekstil maju yang dimodifikasikan dengan bahan nanoskala,’ kata Nicholas
Kotov, seorang ahli pada bahan komposit dari University of Michigan,
Amerika Serikat.
Boris Yakobson, seorang ahli material pada Rice
University, Amerika Serikat, setuju bahwa ‘hal ini sangatlah cerdik
dalam menggunakan katun sebagai pola alamiah bagi mencegah agregasi dari
munculnya boron yang kaya akan kawat nano dan bertindak sebagai sumber
karbon. Meskipun performa dari komposit akhir ini tidaklah sangat
tinggi, namun pendekatannya sangatlah menjanjikan.’
Lewis Brindley
Referensi
X Tao et al, Adv. Mater., 2010, DOI: 10.1002/adma.200903071
sumber: http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_material/membuat-kaos-perisai/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar